Kamis, 18 Februari 2016

Saat Traveling, ini 5 benda yang tak perlu kamu bawa


Saat packing, kamu cenderung membawa banyak barang karena dirasa akan membutuhkannya. Padahal, ada 5 benda yang seharusnya tak perlu dibawa liburan.

1. Buku bacaan

Rencananya begitu indah. Ingin membaca buku favorit di sepanjang perjalanan, di waktu luang liburan, atau di tepi pantai. Namun nyatanya, buku itu akan tertumpuk pakaian kotor dan terlupakan begitu saja.

2. Baju yang repot

Di pikiran kamu, mengapa tidak mencoba pakaian lucu selama liburan. Toh, fotonya akan terlihat lebih menarik kan? Tidak berguna, tapi harus mencucinya setelah pulang liburan. Repot ya! Bawalah baju seperlunya saja.

3. Terlalu banyak jeans

Pakaian simpel yang nyaman akan lebih banyak dipilih. Karena liburan biasanya banyak bergerak dan berkeringat. Mengenakan jeans saat liburan sepertinya bukan opsi yang menarik.

4. Perlengkapan makeup lengkap

Wanita memang tak bisa dilepaskan dari makeup. Namun membawa alat makeup lengkap saat liburan merupakan sebuah tindakan yang sia-sia.

5. Sepatu yang tidak nyaman

Bagaimanapun menariknya sepatu yang kamu bawa, jika tidak nyaman, akan tak terpakai. Karena pada dasarnya, liburan membutuhkan semua yang nyaman, mulai dari pakaian sampai sepatu.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Kamis, 04 Februari 2016

Explore Bandung : Curug Cimahi & Dusun Bambu

Halo sahabat traveller..kali ini kami menceritakan liburan singkat kami di Bandung. Kenapa memilih Bandung?? Selain dekat dengan Jakarta, banyak tempat wisata yang bisa di eksplore di Bandung dan kami memilih tanggal 02-04 Januari 2016 untuk liburan ke Bandung dan kami memilih transportasi menggunakan kereta Jakarta-Bandung. Selain tanggal yang cocok kami juga mengantisipasi kemacetan di daerah Bandung secara setelah acara Tahun Baru *takut macet dijalan kalo pake bus hihihi :D

Seperti biasa, kami mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang transportasi selama di Bandung, bagaimana angkutannya?dimana kami akan tidur?dan lokasi wisata apa yang ingin dikunjungi. Penasaran kan??*cusss ikutin keseruan kita yaa guys hehhe :D

Langkah-langkah yang kita lakukan :

1. Memesan Tiket Kereta Jakarta-Bandung 
    cukup murah KA Agro Parahyangan sebesar Rp 100.000, 

2. Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang penginapan yang di Bandung,
    karena hari pertama kita akan berkelana di Lembang, kami pun mencari penginapan di sekitar  
    Lembang. Untuk penginapan kami memesan via www.traveloka.com dan mendapat penginapan 
    yang cukup murah klik disini *waktu itu kita memesan kamar yang standar untuk 2 org.

3. Mempersiapkan Itenary, budget dan transportasi yang jelas.

4. Berdoa supaya ga kesasar hahahaha :D

itu sebagian tips dan trick kami jika bepergian tentunya ala backpacker ya guys :), 

Hari Pertama, 02 Januari 2016

Pukul 05.00, kereta siap berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Bandung. Perjalanan Jakarta-Bandung dengan kereta bisa ditempuh dengan 3,5jam dan sepanjang perjalanan kami menikmati dengan tidur hihihi :D. Karena kita tidak turun sampai Stasiun Bandung, melainkan turun di Stasiun Cimahi *1 stasiun sebelum Stasiun Hall Bandung. Kita turun di Stasiun Cimahi karena tujuan pertama kami adalah Curug Cimahi.

Curug Cimahi

Curug ini terletak di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 87 m, merupakan salah satu curug yang tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir diatasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ atau Danau Lembang dan mengalir di kota Cimahi. Curug ini berada di ketinggian 1050mdpl dengan suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat celcius. Curug ini memiliki dua tingkat dan termasuk unik, sesuai namanya cimahi alias air cukup (bahasa sunda), debit air terjun ini selalu sama, baik saat musim hujan ataupun kemarau dan curug ini berada dibawah pengelolaan perhutani. 

Setelah turun dari Stasiun Cimahi, kami pun naik angkot jurusan Cimahi-Parongpong dan ketika di tengah perjalanan kami ditanya oleh sopir angkot mau kemana, kami pun menjawab mau ke Curug Cimahi pak dan si sopir bilang mau diantar tapi nambah 5.000 aja mba gimana?. Kami pun mengiyakan hehehe, perjalanan sekitar 45 menit untuk sampai di Curug Cimahi ini dan kami membayar angkutan sebesar 25.000 untuk 2 orang *uda termasuk tambahan 5rb diatas.

Ada beberapa alternatif jalan yang bisa dipilih, kebanyakan yang digunakan adalah jalur Cimahi melalui Cihanjuang dan Parongpong dan jalur Lembang. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari pusat Kota Bandung, cukup menyusuri jalur Cihideung menuju Cisarua. Dan bila dari pusat kota Cimahi dapat melalui Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju terminal Parongpong. Lokasi curug ini sendiri cukup mudah untuk dijangkau karena kondisi jalan umumnya baik dan sudah beraspal. Untuk pintu masuk Curug Cimahi terletak tepat di sebelah terminal angkot Cisarua, tidaklah sulit untuk mencarinya.

Sementara jika dari Kota Bandung, bisa menggunakan angkutan jurusan St. Hall-Lembang kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum jurusan Lembang-Cisarua dan turun persis di depan pintu gerbang Curug Cimahi.

Harga tiket masuk sebesar Rp 12.000 per orang untuk jam masuk sebelum jam 17.00 wib dan Rp 15.000 per orang setelah jam 17.00 wib tempat wisata ini buka sampai pukul 21.00 wib. Untuk fasilitas parkir kendaraan roda empat ataupun roda dua jangan khawatir, anda bisa parkir di area terminal yang terletak persis di pinggir gerbang masuk curug Cimahi.

Gerbang Masuk Curug Cimahi

Welcome Curug Cimahi
Sesampai di depan pintu gerbang dan sudah membeli tiket masuk, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak berundak yang menurun dan berkelok-kelok.
Jalan setapak berundak ini kononnya berjumlah sekitar 587 buah anak tangga dan terbuat dari batu & semen dengan kemiringan sekitar 45derajat, sehingga cukup menguras tenaga dan membuat nafas terengah-engah. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke curug ini dari pintu gerbang sekitar 1jam *jalan santai + istirahat. Sepanjang perjalanan ini akan ditemui beberapa monyet baik yang bergelantungan di atas pohon atau di sekitar jalan setapak.

Tempat istirahat 
Curug Cimahi dari Kejauhan
Penampakan monyet bergelantungan
Penampakan monyet di jalan setapak
=
Anak tangga menuju Curug Cimahi

Anak tangga menuju Curug Cimahi

Semakin dekat dengan Curug Cimahi
Yeyyy akhirnya kita sampai juga di Curug Cimahi ini, foto dulu sebelum rame pengunjung hehehe, kami menuju sebuah bukit karena view nya lebih bagus hihih :D, enjoy guys

Curug Cimahi
Debit Air di Curug Cimahi

Penampakan foto kami berdua

foto KDRT ala-ala kami
Curug Cimahi
Curug Cimahi
Curug Cimahi dari atas bukit
Curug Cimahi dari atas bukit

Curug Cimahi dari bawah
Setelah puas foto-foto dan semakin banyak pengunjung yang kesini, kami pun memutuskan untuk kembali ke atas dengan rute yang sama seperti berangkat namun kita harus menaiki jalan setapak berundak yang curam karena hujan *takut kepleset cin.
Rame nya pengunjung
Oh ya Curug Cimahi ini dikenal juga dengan nama Air Terjun Pelangi, karena setelah jam 17.00 warna air dicurug ini berubah warna warni seperti warna pelangi *kami pikir warna pelangi ini alami ternyata oleh petugas setempat dipasang tombol di belakang air terjun ini.

Akhirnya kami pun sampai di pintu keluar Curug ini, pintu keluar sama dengan pintu masuk awal tadi. Dan sebelum melanjutkan ke tempat selanjutnya kami pun makan di warung makan sekitar parkiran Curug Cimahi ini. *Makan ala kadarnya hehehe :D.

Jalan kaki menuju Dusun Bambu
Setelah kenyang lanjuuttttt kita ke tujuan selanjutnya yaitu Dusun Bambu.

Dusun Bambu

Dusun bambu merupakan tempat wisata alam yang terletak di kaki Gunung Burangrang Cisarua Lembang yang menyajikan area wisata yang dilengkapi dengan restaurat, villa dan fasilitas lainnya seperti pasar Khatulistiwa dan Tegal Pangulinan.


Dusun Bambu ini berlokasi di Jl. Kertawangi (komplek Komando), Cisarua Bandung Barat, dapat ditempuh melalui Jl. Kolonel Masturi KM 11. Untuk menuju ke

Dusun Bambu bisa melalui rute berikut :
  • Tol Pasteur - Ledeng - Jl. Sersan Sodik - Jl, Kolonel Masturi
  • Tol Padalarang - Cimahi - Jl. Kolonel Masturi
  • Tol Pasteur - Ledeng - Lembang - Jl. Kolonel Masturi
Jika menggunakan angkutan umum ke sini agak susah, kita cuma bisa naik angkutan dari terminal cisarua ke pertigaan menuju ke Dusun Bambu. Waktu itu kita memutuskan jalan kaki dari curug cimahi, yaa sekitar 500m ke pertigaan kemudian belok ke kanan. Nah dari pertigaan ke Dusun Bambu bisa dibilang jauh sekitar 1.1Km, bisa dibayangin kan kaki kita?ya berasa kayak tales bogor hahaha :D tapi karena rasa penasaran cukup tinggi, hajar aja bro & sis :)

Jalan semakin naik semakin nanjak, tapi tidak mematahkan semangat kitaa dong pastinya dan akhirnya kita sampai di pintu masuk Dusun Bambu. *foto dulu dong pastinya

Welcome Dusun Bambu
Setelah itu kita masuk sampai menemukan loket masuk, tiket masuk Dusun Bambu sebesar Rp 15.000 / orang dan untuk parkir kendaraan roda 4 sebesar Rp 10.000 dan kendaraan roda 2 sebesar Rp 5.000.

Pintu Masuk Dusun Bambu
Setelah masuk area Dusun Bambu, sebenarnya ada angkutan untuk menuju area nya namun kita memilih untuk berjalan kaki karena kita memiliki view sawah gitu berasa pemandangan di perdesaan dan sepertinya pengelolaan Dusun Bambu ini mengadopsi tema back to nature dengan menonjolkan ragam keindahan alam yang natural, terdapat fasilitas wisata yang modern seperti villa, restoran dan cafe tersedia dengan baik.

Dusun Bambu

Dusun Bambu



Dusun Bambu



Dusun Bambu

Restoran disini menyajikan sajian makanan khas Lembang dan makanan-makanan tradisional dari luar daerah. Adapun restoran dan cafe yang terdapat di kawasan ini diantaranya Burangrang Restaurant & Cafe, Purbasari Restaurant dan Rumah Makan Lutung Kasarung.

Dusun Bambu

Dusun Bambu
Dusun Bambu
Purbasari adalah dining area yang ada disekelilingi danau. Purbasari sangat unik karena bentuk dusunnya tertutup, terbuat dari bambu, lesehan dan ada dek di depannya yang dibangun di atas danau. Konsepnya lebih ke private room. Salah satu spot yang menarik di Dusun Bambu adalah danaunya. Walaupun danau itu bukan asli melainkan buatan namun tetap bagus dan terjaga kebersihannya. Fasilitas utama yang ada di danau adalah sampan yang bisa di sewa buat keliling danau. Disitu ada petugas yang bakal dayungin sampannya, 1 kali naik sampan bayar Rp 10.000 dan di atas danau juga ada dek yang cukup luas, bisa dipake buat foto-foto dan terdapat pertunjukkan angklung dan musik khas sunda.

Naik sampan
Naik sampan
Setelah puas naik sampan, kami melanjutkan kembali jalan-jalannya dan kami menjumpai seperti ladang bunga hehehe, langsung cuss foto-foto sambil beristirahat sejenak.

Ladang Bunga

Ladang Bunga

Ladang Bunga

Ladang Bunga

Ladang Bunga
Selain itu terdapat rumah Makan Lutung Kasarung, terletak di depan area Pasar Khatulistiwa dan di dekat pintu depan Burangrang, ada suatu jembatan yang akan membawa kita ke area ini. Ide area Lutung Kasarung terbilang unik dan menarik karena di desain seperti sarang burung, rumah pohon bak cerita rakyat Lutung Kasarung. Dibuat bentuk oval menyerupai sarang burung dan dibagian luar setia "sarang" diberi tangkai-tangkai pohon. Gunanya jembatan untuk menghubungkan setiap "sarang" ini, di dalamnya terdapat kursi dan meja makan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Cukup menarik kaan??

Rumah Makan Lutung Kasarung
Rumah Makan Lutung Kasarung
Berhubung cuaca buruk alias hujanpun telah tiba, kami pun akhirnya berteduh sejenak dan sebelum tambah deras kita bergegas untuk pulang. Kali ini pulang berbeda dengan awal kami kesini, kami memilih naik angkutan ya walaupun menunggu lumayan lama sekitar 45 menit, karena antriannya banyak booo' :(.

Setelah tiba di pintu keluar kami pun jalan sama dengan kita berangkat tadi, kali ini turunan bukan tanjakan hehehe :D. Sampai dipertigaan kami pun menunggu angkutan ke arah Lembang, karena lama akhirnya kita jalan kaki sampai ke Curug Cimahi. Sempat was-was tidak mendapat angkutan, karena udah pukul 17.30 WIB dan waktu menunggu angkutan sempat ditawarin oleh supir angkutan untuk mencarter angkutan menuju lembang sebesar Rp 70.000 untuk 2 orang, namun kami menolak karena feeling kami masih ada angkutan heeheh :D

Dan 15 menit berlalu, kami pun belum mendapat angkutan dan bapak-bapak yang menawarkan charteran akhirnya menyuruh kita masuk angkutan dengan membayar sesuai tarif normal sebesar Rp 15.000 sampai ke Lembang. Perjalanan memakan waktu hampir 1 jam lebih ditambah macet parah dan kami tidak tahu letak homestay kami nanti hahaha :D, sembari tanya penumpang yang ada di dalam angkutan dan diberi ancer-ancer tentang penginapan tersebut. Setelah melewati alun-alun Lembang akhirnya kita berhenti di pom bensin dan melanjutkan jalan kaki. Setelah berjalan agak jauh, akhirnya kami tanya tentang penginapan tersebut ke tukang parkir kemudia mengarahkan kalau kita salah jalan hahahah *harusnya lurus bukannya malah belok dari arah pom bensin. Dan dari arah pom bensin kita tinggal jalan 100M dan penginapan terletak di kanan jalan. *cuss lah karena kita uda pesan di traveloka, langsung kita check in dan ditunjukkan kamar oleh petugasnya.

Setelah kita letakkan barang-barang, kami pun makan malam penyetan dan dilanjutkan dengan istirahat karena jadwal di hari keduaa kami agak padat, Tetap ikutin keseruan cerita kami alaa backpaackerr yaa gaes hihihi :)

Rincian Biaya Hari Pertama :

* Angkutan umum ke Curug Cimahi : Rp 12.500

* Tiket Masuk Curug Cimahi          : Rp 12.000

* Makan Siang                               : Rp 15.000

* Tiket Masuk Dusun Bambu          : Rp 15.000

* Naik Sampan                               : Rp 10.000

* Angkutan umum Lembang            : Rp 15.000

* Makan Malam Penyetan                : Rp 12.000

Total Hari Pertama : Rp 91.500 per orang *exclude tiket kereta dan harga penginapan

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Kamis, 21 Januari 2016

Camping Ceria di Situgunung Sukabumi


Kali ini kami akan menceritakan pengalaman camping kita yang pertama dan persiapan nya pun ala kadarnya hehehe :D. Banyak sekali lokasi camping di sekitar Sukabumi yang dapat kita jadikan tujuan, salah satunya adalah taman wisata alam Situ Gunung di Sukabumi, Jawa Barat. Dengan area camping serta akses yang mudah dijangkau, kawasan yang masuk dalam area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini sangat pas untuk dijadikan pilihan camping.

Taman wisata alam Situ Gunung merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Sukabumi yang terletak di wilayah Kadudampit, sekitar 16KM dari pusat kota Sukabumi. Disini terdapat beberapa blok camping ground yaitu blok Tepus, Kalianda, Harendong, Tegal Arben dan Bagendor. Kita bisa memilih mana saja yang suka. 




Akses ke Situ Gunung

Karena kita bermodalkan backpacker, dan setelah mencari informasi dan tentunya goggling akhirnya kita berangkat ke Sukabumi menggunakan transportasi Bus Parung Indah dari Pasar Jumat Lebak Bulus, harga bisa dijangkau sebesar Rp 30.000 saja per orang. Sekitar 5 jam kita sudah memasuki wilayah Cisaat dan untuk menuju ke Situ Gunung turun di pertigaan Cisaat  dari situ tinggal berjalan kaki menuju Pasar Cisaat dan naik angkot sebesar Rp 12.500 per orang turun di depan pintu masuk Situ Gunung. Menuju kawasan wisata di Sukabumi lebih enak daripada ke puncak. Hampir tanpa macet kecuali di pertigaan atau perempatan. Overall jauh lebih lancar daripada ke puncak.


Welcome Situ Gunung
Peta Situ Gunung

Fasilitas dan akomodasi

Sesampainya di Situ Gunung, kita harus melakukan registrasi. Cukup membayar Rp 16.000/orang namun jika ingin camping ada biaya tambahan sebesar Rp 12.500/orang dan nanti akan ditunjukkan blok camping sebelah mana yang masih kosong, kebetulan kita diarahkan untuk camping di daerah Harendong. Apabila kita tidak membawa persiapan tenda kita bisa menyewa, karena kami membawa tenda dan perlengkapan sendiri jadi kami tidak tau berapa tariff sewanya. Tidak banyak fasilitas yang di dapat, dan terdapat toilet di sekitar area camping groundnya. Emang fasilitas standar namun di kawasan situ gunung ini menyajikan keindahan alam yang menakjubkan, pohon-pohon yang rindang, rumput yang hijau serta udara yang sejuk lumayan bisa menyegarkan pikiran dan memberikan suasana berbeda bagi kita yang biasa hidup di kota yang penuh hiruk pikuk dengan udara yang sangat panas. Setelah tenda dipasang, kami melanjutkan untuk menelusuri Curug Sawer.


Tenda Camping
Makan Siang ala kadarnya 


Curug Sawer

Curug ini letaknya sekitar 2 km dari pintu masuk kawasan Situ Gunung. Dari pintu masuk kawasan kita berjalan di setapak sekitar 200meter dan setelah itu aksesnya terbilang jauh dan curam, berbatu licin dan berupa jalan setapak yang diapit hutan lebat. Turunan yang curam atau tanjakan yang sangat menguras tenaga untuk melewatinya dan membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk sampai di curug sawer ini.


Jalan menuju Curug Sawer


Jalanan menuju Curug Sawer 
Jalanan menuju Curug Sawer

Berbatu

Pedagang minuman & aksesoris di sekitar Curug
Turunan yang curam atau tanjakan yang menguras tenaga untuk melewatinya, bahkan juga ditemui pohon tumbang. Namun semua akan terbayar dengan keindahan curug sawer yang terlihat masih sangat alami. Derasnya air mengalir menghadirkan suasana baru yang menyegarkan . Selain curug Sawer ada juga curug cimanaracun tapi belum kami kunjungi hehe. 


Curug Sawer

Curug Sawer

Curug Sawer

Curug Sawer
Sungai di bawah Curug
Main air di sungai sekitar curug

Main air di sungai sekitar curug

Main air di sungai sekitar curug
Tak terasa hari semakin larut, karena takut kemalaman akhirnya kami memutuskan untuk pulang dengan menggunakan ojek hehehe. Akses ke Curug yang artinya deras ini bisa melalui dua jalan yaitu akses dari pintu masuk Situ Gunung . Dan akses ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Lalu akses lain melalui sebuah gang atau jalan menuju camping ground/ obyek wisata Cinumpang. Jadi aksesnya sama seperti kita ingin ke Cinumpang. Letak gang atau akses masuknya di sebelah kanan jalan atau sebelum terminal kadudampit atau sebelum kantor polisi. Ada sebuah plang petunjuk arah menuju Cinumpang. Akses yang kedua lebih jauh namun bisa ditempuh dengan ojek . Naik ojek ke curug Sawer lewat akses ini seperti naik roller coaster. Naik turun, sempit, belokan tajam dan banyak jurang. Belum lagi pantat harus kesakitan karena jalanan berbatu. Biaya ojeknya terhitung murah yaitu 50.000 bolak balik. Kami saat itu hanya memakai ojek ketika kembali saja karena menuju Sawer kami berjalan kaki.


Malampun semakin larut, hembusan angin bertiup kencang dan udara di sekitar semakin dingin bak salju hihihi. Setelah membuat makan malam ala kadarnya, kami memutuskan untuk tidur karena besok pagi kami mengunjungi Danau Situ Gunung.


Danau Situ Gunung

Niat awal kami ingin melihat sunrise di danau situ gunung ini, namun karena kesiangan ditambah kami salah jalan untuk menuju situ danau, harusnya dari lokasi camping belok ke kanan namun kami malah belok ke kiri hehehe :D. Walaupun ga mendapat sunrise dipagi ini, kami disuguhkan dengan view pemandangan cantik dari Gunung Gede Pangrango.

Sunrise Gn. Gede Pangrango
Sunrise Gn. Gede Pangrango

Sunrise Gn. Gede Pangrango

Di kawasan wisata alam seluas 100 ha ini terdapat sebuah telaga atau danau yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yaitu telaga atau danau Situ Gunung. Danau Situ Gunung bukan merupakan danau alami. Menurut sejarah, Danau yang luasnya 100 ha ini dibuat oleh Raja Mataram Rangga Jagad Syahadanaatau Mbah Jalun. Letaknya di tengah tengah bukit dan dikelilingi pohon damar. Di tepian danau terdapat beberapa penjual makanan dan cinderamata lalu terdapat perahu yang bisa kita gunakan untuk mengelilingi danau.


Danau Situgunung yang begitu tenang

Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung

Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung

Setelah puas untuk foto-foto kami mencoba untuk naik perahu yang ada di sekitar danau, untuk harga
perahu per orang cukup murah sebesar Rp 15.000 per orang dengan waktu setengah jam.


Perahu di danau Situgunung
Perahu Bebek mengelilingi danau

Perahu Bebek mengelilingi danau

Namun belum ada setengah jam, tiba-tiba gerimis datang dan akhirnya kita memutuskan untuk menepi
karena takut hujan semakin deras *maklum persediaan baju tidak banyak :D. Semakin siang Danau Situ Gunung ini semakin dipadatin oleh jumlah pengunjung yang banyak, akhirnya kami foto-foto disekitar danau sebelum memutuskan pulang ke area camping kami.


Selfie di area Danau Situ Gunung
Selfie di area Danau Situ Gunung

Numpang selfie di Tenda orang :D

Area Danau Situ Gunung
Pukul 11.30 kami memutuskan untuk pulang ke area camping dan bersiap-siap packing untuk menuju ke Jakarta karena takut tidak mendapat bus. Untuk angkutan pulang sama dengan awal berangkat tadi, begitu kita keluar dari pintu gerbang masuk Situgunung sudah ada angkot yang ngetem. Begitu kami masuk 5 menit kemudian si angkot berangkat *cuuusss mang dan sekitar 1jam kita sudah sampai di Pasar Cisaat. Dan berjalan sebentar untuk sampai di pertigaan Cisaat dan menyebrang untuk menunggu bis yang menuju arah ke Jakarta. Sempat menunggu lama 45 menit akhirnya bus jurusan Sukabumi-Kampung Rambutan tiba dan kami pun naik bus tsb karena tidak ada pilihan angkutan lagi. Perjalanan memakan waktu sekitar 5jam karena macet dan sampai di Terminal Kampung Rambutan pukul 22.00 dan langsung naik busway jurusan Kampung Rambutan-Grogol dengan transit di halte UKI Cawang.

Yihaaaay..camping ceria di Situgunung Sukabumi sudah berakhir. Nantikan kisah kami selanjutnya yaaaa :D :D


Rincian Cost :

Rincian Cost :
1. Bus Parang Indah (Jur. Lebak Bulus-Sukabumi) = 30.000
2. Angkot Pasar Cisaat-Situgunung   = 12.500
3. Tiket masuk Situgunung = 16.000
4. Kontribusi Camping = 12.500
5. Jajan di Curug Sawer = 26.000
6. Ojek Curug Sawer = 25.000
7. Angkot pulang ke Pasar Cisaat = 10.000
8. Bus Jur. Sukabumi-Kampung Rambutan = 25.000

Total : Rp 156.000 / orang

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com