Cerita traveling kali ini ialah mengenai serunya wisata ke Curug Cibeureum Gunung Gede Cibodas.
Curug Cibeureum berada di kaki Gunung Gede Pangrango atau masuk bagian daerah wisata Taman Cibodas. Curug yang punya arti air terjun ini terletak pada 1.625 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian segitu, cocoklah untuk treking santai khususnya bagi pemula seperti saya...hahaa.
Curug Cibeureum berada di kaki Gunung Gede Pangrango atau masuk bagian daerah wisata Taman Cibodas. Curug yang punya arti air terjun ini terletak pada 1.625 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian segitu, cocoklah untuk treking santai khususnya bagi pemula seperti saya...hahaa.
Berangkaatt...
Pukul 05.30 wib, saya dan teman-teman kumpul terlebih dahulu di depan Roxy Square. Sebagai informasi, kali ini saya berwisata bersama teman-teman kantor dengan total 30orang. Untuk biayanya, kita mengadakan iuran per orang Rp 115.000 cukup murah lah untuk ukuran anak kost seperti saya....hahaa.
Setelah menunggu sekitar hampir 1 jam, kami pun cusss berangkat menuju lokasi. Maklum saja kami harus menunggu teman-teman yang lain karena jarak rumahnya cukup jauh dengan tempat kami berkumpul. Tepat pukul 06.30 wib bis yang kami sewa berangkat. Ahh.. jadi gak sabar pengen segera sampai dilokasi. Berikut foto-foto keseruan kami di dalam bis..
Ditengah-tengah perjalanan kami, tiba-tiba rasa kecewa kami mulai timbul. Karena apa? Jelas karena macetnya luar biasa saat keluar pintu Tol tepatnya di daerah Ciawi. Beberapa menit semua kendaraan tidak bisa gerak sama sekali. Untuk menghilangkan jenuh, beberapa teman lebih memilih turun dari bis untuk sekedar merokok,duduk manis maupun ke toilet.
Macet mulai terurai setelah jalan dibuat satu lajur oleh pihak kepolisian. Walaupun sudah dibuka jadi satu jalur, namun masih saja macet tapi masih mending sih masih bisa jalan pelan. Perjalanan cukup jauh dan macet. Kurang lebih memakan waktu 4 jam. Ketika perjalanan sudah mendekati Puncak Pass, mata akan di manjakan oleh indahnya pemandangan yang begitu mempesona. Udara juga begitu segar memasuki daerah tersebut.
Sampai di Taman Nasional Gunung Pangrango..
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan macet, akhirnya kami sampai juga di lokasi. Kami berhenti di lokasi parkir bis yang sudah disiapkan. Sebelum naik ke lokasi curug, disarankan makan terlebih dahulu.
Jarak antara tempat parkir bis sampai dengan pintu gerbang ke gunung gede kurang lebih 500m. Dipintu gerbang nanti kita diwajibkan untuk mengisi nama-nama peserta. Jalan keatas setelah masuk pintu gerbang, berubah menjadi tangga batu yang cukup licin. Disini para pendaki maupun pengunjung diharapkan untuk selalu berhati-hati. Setelah jalan 300 meter ke atas, kita tiba di loket masuk taman nasional. Biaya masuknya Rp 11.000/orang untuk berwisata, termasuk biaya asuransi.
Tujuan kami adalah air terjun Cibeureum, dengan jarak 2,7 km dari loket. Di papan, tertulis beberapa peraturan buat pengunjung antara lain: fisik dan stamina oke, bekal yang cukup, tidak buang sampah, tidak mengganggu satwa, dan tidak merusak tanaman.
Jarak dari pintu gerbang utama ke Curug Cibeureum cukup jauh juga 2,8 Km estimasi perjalanan 1 jam. Kebayang donk itu jauh gimana,jalananny juga menanjak.. hahaa apalagi saya newbie. Dari pintu gerbang tadi naik 300meter akan berjumpa pos pertama, disana kami didata lagi dan membayar tiket masuk Rp 11.000/orang untuk berwisata, termasuk biaya asuransi. Di sepanjang jalan nanti ada beberapa pos untuk sekedar beristirahat.
Sepanjang jalan banyak ketemu dengan sesama pengunjung curug Cibeureum dan juga pendaki gunung Gede Pangrango. Nggak sedikit yang bawa anak kecil, dan yang juara adalah banyak cewek-cowok ber outfit kayak mau ke mall. Flat shoes, sendal jepit teplek, bahkan ada yang pake sepatu kulit! Juara banget deh, saya yang pake sepatu olahraga aja masih terasa licin, gimana yang pake alas kaki macem itu? Sepanjang jalan juga banyak terlihat orang nyeker alias jalan kaki, ataupun duduk sambil mengistirahatkan kakinya yang lecet karna sepatu.
Soal pemandangan, tentu saja keren banget. Udaranya juga seger khas pegunungan. Saat berjalan, kita bakal nemuin beberapa titik, yaitu pos pertama sekitar 30 menit perjalanan. Katanya sih ada pusat informasi dan toilet, tapi entah saya nggak notice ada keduanya, selain plang bertuliskan pos pertama. Kemudian ada pos kedua di dekat Telaga Biru. Airnya berwarna biru kehijauan karena ada ganggang hidup di dalamnya yang bikin warnanya berubah biru.
2 km 'disuguhi' jalan nanjak dan nafas udah sepotong-potong, rasanya bahagia sentosa alangkah indahnya ketika akhirnya menemukan jembatan panjang yang jalannya mendatar. Akhirnya nggak nanjak lagiii! Jembatan ini terletak di atas Rawa Gayonggong, yaitu cekungan yang terbentuk dari kawah mati, dan didominasi oleh rumput gayonggong. Rawa Gayonggong ini daerah jelajah macan tutul lho! Lalu kenapah aku nggak ketemu macan tutul?
Dari jembatan ini, ketemulah pos ketiga di sebuah pertigaan. Kalo ke kiri, arahnya menuju pendakian Puncak Gunung Gede. Nahh, kalo mau ke curug Cibeureum, tinggal lanjut lurus. Jaraknya masih 15 menit-an lagi. Semangat!
Huhah! Akhirnya ketemu juga sama curug Cibeureum. Curug Cibeureum juga 'tetanggaan' dengan curug Cikundul dan curug Cidendeng. Di antara curug lain di kawasan ini, curug Cibeureum yang aksesnya paling terbuka, jadi paling rame. Tingginya 40an meter di ketinggian 1675 meter di atas permukaan laut. Tak lengkap rasanya bila tak ikut bermain air bersama teman-teman.. hahaa. Seger banget di sini, airnya begitu dingin.
Perjalanan turun justru bisa ditempuh kurang dari 1 jam. Saya jalan dengan lancar, nggak pake istirahat, nafas juga teratur. Tapi eh tapi.... kaki yang sekarang jadi nyeri. Batu pijakannya besar-besar da nggak beraturan, jalan yang menurun, bikin saya harus ekstra hati-hati supaya nggak tergelincir, kepeleset, ataupun kesandung.
Sampai di sini kisah kami.. nantikan cerita seru selanjutnya.. bye..

.jpg)









wow.seru sekali perjalanannya.
BalasHapussemoga kembali sukses di trip berikutnya.
oya kunjung kunjunglah ya ke blog saya.
aslammaulana.blogspot.com
ada sedikit artikel2 yang insyaallah bermamfaat.
thanks.