Untuk meeting point kita kali ini di Stasiun Pasar Senen dengan jadwal kereta jurusan Jakarta - Surabaya Pasar Turi pukul 15.00 Wib, namun karena ada urusan pekerjaan kami berdua memilih alternatif naik pesawat jurusan Jakarta-Surabaya pukul 19.00 dan kami pun sampai terlebih dahulu di Surabaya dan langsung cusss ke stasiun Surabaya Pasar Turi karena semua peserta berkumpul disana.
Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya rombongan yang naik kereta dari Jakarta telah tiba dan kita pun berkenalan satu sama lain *yeyy dapet temen baru keluarga baru teman trip baru pastinya hehehe :D
Tujuan pertama di hari pertama kami yakni Air Terjun Madakaripura, dari stasiun Surabaya Pasar Turi menuju lokasi pertama jaraknya lumayan jauh sekitar 4jam dan selama perjalanan memilih tidur biar fresh ketika uda sampe nanti. Sekitar pukul 05.30 wib kita sudah sampai di lokasi pertama dan udara pagi itu dingin banget. Oh iyaaa, sebelum kelupaan mau jelasin lokasi Air Terjun Madakaripura ini di Kecamatan Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur.
Air Terjun Madakaripura
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
Menurut penduduk setempat nama Air Terjun Madakaripura ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air terjun ini. Beliau bersemedi disini untuk memperoleh kesentosaan hingga menjadi sakti mandraguna dan setelah membuktikan sumpah Palapa dan berhasil mempersatukan seluruh Nusantara, di tempat ini pula ia menghabiskan sisa usianya, mempersiapkan diri untuk menuju ke Nirwana dan maksud dari kata "Mada Kari Pura" berarti "tempat tinggal terakhir" Gajah Mada.
Cerita ini juga di dukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut. Ketika Anda tiba di pelataran Air Terjun Madakaripura, arca Patih Gajah Mada menyambut kedatangan setiap pengunjung. Tentu saja, keberadaan patung Gajah Mada inilah yang memperkuat sejarah air terjun tersebut dan untuk bisa menyaksikan langsung keistimewaan air terjun ini, diharuskan membayar tiket masuk sebesar 3ribu saja, pastinya murah khann??
 |
| Arca Patih Gajah Mada |
Tidak mudah untuk sampai di lokasi ini, kita harus melalui perjalanan yang sangat menantang. Track jalan kaki sudah disiapkan dari pintu masuk menuju Air Terjun, namun karena kondisi sebagian sudah rusak dan harus melintasi sungai dengan ciri khas batu-batu besarnya. Sehingga harus berjalan dengan baik turun seperti track off road gitu. Track yang gersang dan berbatuan besar. Track yang gersang dan bebatuan besar menghiasi sepanjang perjalanan bakal menjadi penghalang utama dan Anda diharuskan menyusuri aliran sungai yang tidak terlalu deras dan berair yang jernih *jadi harus benar-benar hati-hati ya guys :)
 |
| Jembatan menuju Air Terjun Madakaripura |
 |
| Trecking menuju Air Terjun Madakaripura |
 |
| Menelusuri sungai |
 |
| Trecking menuju Air Terjun Madakaripura |
 |
| Trecking menuju Air Terjun Madakaripura |
 |
| Trecking menuju Air Terjun Madakaripura |
Namun, semua perjuangan yang cukup melelahkan akan terbayar ketika kita melihat air yang menyembur menyapa mata setiap tamu yang melihatnya. Sekitar 5 meter sebelum masuk ke air terjun, kita akan merasakan derasnya air yang jatuh dari ketinggian 200 meter dan diharuskan rela untuk berbasah-basahan serta melewati bebatuan yang besar. Guyuran air yang meresap di dinding tebing serta beberapa aliran air yang meluncur deras menjadikan panorama ini sangat menakjubkan. Hempasan air yang jatuh menimbulkan bunyi-bunyian berirama, mulai dari yang pelan sampai yang kencang.
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura |
 |
| Air Terjun Madakaripura with Backpacker |
Kita tidak berlama lama disini karena harus mengejar waktu untuk ke lokasi selanjutnya. Oh ya, jangan khawatir bagi Anda yang sudah terlanjur basah setelah dari air terjun, karena ada kamar mandi untuk berganti pakaian yang cukup bersih bahkan bisa untuk mandi sekaligus. Namun karena jumlah kita yang banyak akhirnya kami memilih mandi di rumah warga *lokasinya tak jauh dari pintu masuk air terjun dan jangan khawatir disini pun kita bisa sembari makan mie rebus ataupun mie goreng (itung-itung buat isi perut dulu sebelum makan besar :D)
Setelah semuanya selesai mandi, kami pun melanjutkan perjalanan ke destinasi kedua tujuan kami yaitu Taman Nasional Baluran dan karena jaraknya lumayan jauh kita pun berhenti di warung makan *saatnya makan besar, kali ini saya mencoba nasi rawon (enaaaaak banget rasanya) dan untuk menuju ke Baluran kita bisa menempuh waktu sekitar 3.5jam *saatnya tiduuurrr hahahaa :)
Taman Nasional Baluran
 |
| Welcome Taman Nasional Baluran |
Berdasarkan informasi Taman Nasional Baluran (TN Baluran) merupakan sebuah konservasi perlindungan satwa liar yang terletak di kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Banyak orang yang menyebut sebagai "Little Africa" atau Africanya Indonesia. TN Baluran berbatasan dengan dua desa, yaitu Desa Wonorejo dan Desa Sumberanyar. Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan di Pulau Jawa yang cenderung kering, seperti savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai dan hutan rawa.
Nama Baluran untuk taman Nasional ini diambil dari gunung yang berada di kawasan ini, yaitu Gunung Baluran. TN ini memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan dan diantaranya merupakan tumbuhan asli yang khas dan mampu beradaptasi dalam kondisi yang kering. Sedangkan untuk satwa, terdapat kurang lebih 26 jenis satwa yang tinggal di kawasan ini dan banteng merupakan ikon dari taman Nasional ini.
Untuk gerbang masuk resmi nya agak menjorok ke dalam, di sisi kiri jalan agak menikung dari arah Situbondo *jadi kalau dilihat sekilas dari luar ga keliatan karena tidak terlalu mencolok. Sebelum memasuki TNB, diharuskan membayar retribusinya di pos jaga sebesar 5ribu per orang dan mobil 10ribu per hari. Dari pintu utama TNB, kita harus menempuh perjalanan sekitar 12km untuk mencapai Padang Savana bekol dan setelah memasuki TNB, kita akan di sambut pemandangan hutan musim yang lebat sepanjang sekitar 5 km dan kalo ada yang memilih untuk tidur dijamin susaaaah karena jalanan nyaa bo parah berasa naik halilintar. Mulai km ke 6 akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang hijau dan tak pernah kering karena berada di wilayah cekungan dimana terdapat sungai bawah tanah, pepohonan tampak rapat dan daunnya tumbuh lebat menaungi jalanan.
Sebelum sampai di Savana Bekol kami berhenti di jalan dan memandang Gunung Baluran berdiri Kokok tepat di depan kami. Gunung yang diselimuti oleh langit yang biru *sambil bergumam andai saja bisa melihat langit biru di Jakarta :D. Beruntung sekali bisa melihat pemandangan seperti ini. Kami kemudian melanjutkan perjalanan dan sampai di depan Savana Bekol dan melihat pemandangan spektakuler ada di depan kamu.
 |
| Welcome to Padang Savana |
 |
| Padang Savana with kesayangan |
 |
| Gunung Baluran *cantik yaa :D |
 |
| Gunung Baluran |
 |
| Pohon di sekitar padang savana |
 |
| Pohon di sekitar padang savana |
 |
| Pohon di sekitar padang savana |
 |
| Pohon di sekitar padang savana |
 |
| Pohon di sekitar padang savana |
Di Bekol pengunjung akan melihat hamparan Padang Savana, hutan dan Gunung Baluran. Tampak beberapa pohon besar tumbuh di tengah Padang rumput. Savana Bekol sendiri memiliki luas sekitar 300 Ha dan merupakan Savana terluas di Pulau Jawa.
 |
| Padang Savana Bekol |
 |
| Padang Savana Bekol |
 |
| View Ajeb di sekitar padang savana Bekol |
 |
| Jalanan sekitar padang savana |
 |
| Sekumpulan banteng di padang savana *zoom paling maksimal hehee :D |
 |
| Foto di TN Baluran with Backpacker Jakarta |
Karena kita berkunjung pada musim penghujan, pemandangan Bekol akan terlihat berwarna hijau dan suasananya pun sejuk. Namun pada saat musim kemarau, Padang Savana dan hutan akan kering merangas berwarna kecoklatan dan sering mengakibatkan kebakaran. Suasana seperti itu, ditambah dengan berbagai macam satwa liar, membuat Savana Bekol mirip dengan pemandangan di Africaa, maka dari itu muncul julukan Africa Van Java bagi Baluran. Kami pun tidak menyesal, pada saat datang berwarna hijau karena rumput Savana yang hijau dengan latar belakang gunung dan langit biru membuat Savana Bekol menjadi tempat yang sangat indah dengan pemandangan yang jarang saya temuin namun saya bisa merasakan kebesaran dari sang Pencipta. Yeahh itulah Indonesiaku :)
Karena hari semakin gelap, kami memutuskan untuk keluar dari kawasan TN Baluran ini. Sangat disayangkan kami tidak bisa pergi ke bagian lain di TN ini. Oh iya TN Baluran ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas di dalamnya seperti penginapan, kantin dan mushola. Hanya saja waktu kami kesana, kantin tidak buka. Dan juga ada beberapa destinasi lain seperti Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Teluk Air Tawar, Pantai Bama. Jadi, jika Anda ingin merasakan suasana Padang Savana dengan satwa-satwa liarnya? Tidak usah jauh-jauh pergi ke Africa, karena kalian bisa menikmatinya di Indonesia, cukup datang saja ke Banyuwangi dan kunjungi Taman Nasional Baluran.
Alam semesta diciptakan Tuhan dengan milyaran hal yang sangat menakjubkan di dalamnya dan Alam semesta selalu membuat kita terkagum-kagum. Maka dari itu petiklah milyaran hikmah yang terdapat di alam, percayalah bahwa Alam tak akan letih memberi kita pelajaran tentang kehidupan.
Sekian pengalaman backpacker kami mengenai Hari Pertama di Banyuwangi, tetap stay tune yaaah untuk hari kedua esoknya dan untuk menekan budget kita pun memilih tidur di Elf :)
0 komentar:
Posting Komentar