![]() | ||
| Candi Cangkuang |
Halo Sobat Traveler..
Kali ini kami akan berbagi kisah seru kami trip ala backpacker ke Garut dan Tasikmalaya. Tak ketinggalan akan kami informasikan detai transportasi dan biayanya. Oke mari disimak ya..hehee..
Seperti biasa, kami mulai perjalanan dari Grogol. Kami berangkat naik Busway dari Halte Sumber Waras. Tujuan kami adalah menuju pull agen Bis Primajasa, bis yang akan kami tumpangi menuju Garut. Dari halte sumberwaras, transit dulu di halte Harmoni berganti bis jurusan Harmoni-PGC. Lokasi agen bis Primajasa berada di dekat BKN jadi kami turun di Halte BKN (Halte sebelum PGC). Seperti biasa ongkos busway ini blom naik, masih 3500/org. Keluar dari halte BKN lalu belok kanan karena letakny berada disisi kanan jalan. Dari halte BKN tidak terlalu jauh, sekitar 200m. Di agen Primajasa tersebut banyak sekali bis yang jurusan ke Garut dan Tasikmalaya jadi tidak perlu takut ketinggalan bis. Kami langsung saja menaiki bis jurusan Garut, ongkosnya sendiri 52.000/org. Perjalanan cukup lama, kurang lebih 4jam jadi bisa dipakai untuk tidur. Kebetulan saat itu keadaan jalanan tidak begitu macet.
Candi Cangkuang terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang , Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Desa Cangkuang dikelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat, yang antara lain Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur.Cagar budaya Cangkuang terletak di sebuah daratan di tengah danau kecil (dalam bahasa Sunda disebut situ), sehingga untuk mencapai tempat tersebut orang harus menggunakan rakit. Selain candi, di pulau itu juga terdapat pemukiman adat Kampung Pulo, yang juga menjadi bagian dari kawasan cagar budaya. Jadi kami turun di Alun-alun kecamatan Leles. Kecamatan Leles ini lokasinya bukan berada di pusat kota, jadi ketika bis memasuki daerah Kadungora Garut segeralah memberi tahu kepada kernet bis minta turun di Alun-alun Leles. Jangan sampai kejadian kami berdua terulang oleh sobat traveler. Yup kami kebablasan beberapa meter dari Alun-alun Leles, untungnya ada seorang pelajar yang memberitahu kami..hehee. Intinya sih klo belum tau atau belum pernah ke suatu tempat, lebih baik bertanya.
![]() |
| Alun-alun Leles |
![]() |
| Alun-alun Leles |
Dari alun-alun Leles ini kami berganti angkutan. Ada 2 alternatif angkutan menuju cangkuang, pertama adalah delman dan yang kedua adalah ojek. Kami memilih ojek. Sebenarnya terpaksa sih naik ojek, karena kami kira tidak ada delman. Pada saat itu tukang ojeknya menawarkan langsung menuju lokasi Kampung Pulo jadi tidak perlu menyebrang Situ. Ongkosnya jadi lebih mahal, yakni 20000. Lokasi cangkuang ini ada beberapa lokasi wisata lokasinya yakni SItu Cangkuang, Candi Cangkuang, Museum candi Cangkuang dan Kampung Pulo. Untuk menuju lokasinya ini ada 2 jalan, yakni lewat depan maksudnya lewat pintu utama apabila mau ke candi cangkuang harus nyebrang Situ. Jalan yang kedua lewat belakang jadi sobat traveler diantar sampai depan pintu gerbang kampung pulo tanpa nyebrang Situ Cangkuang. Perjalanan kurang lebih 10 menit dari alun-alun Leles.
Kami diberhentikan tepat di depan pintu gerbang Kampung Pulo. Kampung Pulo merupakan sebuah kampung kecil, terdiri dari enam buah rumah dan enam kepala keluarga. Sudah menjadi ketentuan adat bahwa jumlah rumah dan kepala keluarga itu harus enam orang dengan susunan tiga rumah disebelah kiri dan tiga rumah disebelah kanan yang saling berhadapan ditambah satu masjid sebagai tempat ibadah.
Oleh sebab itu kedua deretan rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi.
Jika seorang anak sudah dewasa kemudian nikah maka paling lambat dua minggu setelah pernikahan harus meninggalkan rumah tempat asalnya, keluar dari lingkungan keenam rumah adat tersebut. Dia bisa kembali keasalnya bila salah satu keluarga meninggal dunia dengan syarat harus anak wanita dan ditentukan atas pemilihan keluarga setempat.
![]() |
| Pintu Gerbang Kampung Pulo |
Oleh sebab itu kedua deretan rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi.
Jika seorang anak sudah dewasa kemudian nikah maka paling lambat dua minggu setelah pernikahan harus meninggalkan rumah tempat asalnya, keluar dari lingkungan keenam rumah adat tersebut. Dia bisa kembali keasalnya bila salah satu keluarga meninggal dunia dengan syarat harus anak wanita dan ditentukan atas pemilihan keluarga setempat.
![]() |
| Papan Nama Kampung Pulo |
![]() |
| Kampung Pulo |
![]() |
| Kampung Pulo |
![]() |
| Kampung Pulo |
![]() |
| Rumah Adat Kampung Pulo |
![]() |
| Papan Nama Kampung Pulo |
Papan Nama Kampung Pulo
Lanjut setelah puas berfoto-foto, kami berjalan menuju Candi Cangkuang. Untuk masuk kawasan ini cukup bayar 3000/orang cukup murah bukan???
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita berdasarkan laporan Vorderman dalam buku Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893 mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam kuno di bukit Kampung Pulo, Leles. Makam dan arca Syiwa yang dimaksud memang diketemukan. Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan sebuah bangunan candi. Makam kuno yang dimaksud adalah makam Arief Muhammad yang dianggap penduduk setempat sebagai leluhur mereka. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujaya dan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
Di dekat Candi Cangkuang ini ada museumnya. D museum ini sobat traveler bisa melihat foto-foto pada saat pemugaran candi, ada juga benda-benda peninggalan leluhur. Cukup lengkap informasi yang ada di museum ini.
Setelah dari museum, kami melanjutkan ke Situ Cangkuang untuk mencoba rakit. Untuk ongkosnya kami membayar 20000/org karena saat itu hanya berdua saja penumpangnya. Normal harganya tidak sampai 20000. Pemandangan di SItu cangkuang cukup bagus. Apalagi pada saat itu kami bisa melihat matahari terbenam. Luar biasa bagusnya.
Sesampainya di tepi danau atau situ, berarti trip kami kali ini di Garut telah berakhir. Kami kembali harus menuju Alun-alun Leles untuk melanjutkan trip hari berikutnya yaitu ke Tasikmalaya. Dari Situ Cangkuang kami naik ojek lagi dengan ongkos 10.000/org. Dari alun-alun ini, kami menaiki Bis Karunia Bakti tujuan Singaparna. Tujuan kami hari kedua kami adalah Kawah Gunung Galunggung. Naik bis tadi kami turun di Terminal Singaparna tujuan akhir dari bis Karunia Bakti. Dari terminal kami keluar mencari penginapan. Di depan terminal ada penginapan murah yaitu Wisma Dewi 150rb/malam. Trip hari pertama selesai, nantikan kisah trip hari keduanya ya...
Rincian Biaya Transportas hari Pertama:
- Bus Primajasa (Jakarta - Garut) 52.000/org
- Ojek menuju Candi Cangkuang 20.000/org
- Tiket masuk kawasan wisata cangkuang 3000/org
- Naik Rakit di Situ Cangkuang 20.000/org
- Ojek ke Alun-alun leles 10.000/org
- Bus ke Singaparna (Karunia Bakti) 25.000/org
- Penginapan Wisma Dewi 150.000/malam
Total Hari pertama : 280.000
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujaya dan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
![]() |
| Pintu Gerbang Candi Cangkuang |
![]() |
| Papan Nama Candi Cangkuang |
![]() |
| Candi Cangkuang |
![]() |
| Candi Cangkuang |
![]() |
| Candi Cangkuang |
![]() |
| Candi Cangkuang |
![]() |
| Candi Cangkuang |
![]() |
| Prasasti Candi Cangkuang |
Setelah dari museum, kami melanjutkan ke Situ Cangkuang untuk mencoba rakit. Untuk ongkosnya kami membayar 20000/org karena saat itu hanya berdua saja penumpangnya. Normal harganya tidak sampai 20000. Pemandangan di SItu cangkuang cukup bagus. Apalagi pada saat itu kami bisa melihat matahari terbenam. Luar biasa bagusnya.
![]() |
| Rskit di SItu Gunung |
![]() |
| Rakit Situ Cangkuang |
![]() |
| Rakit Situ Cangkuang |
![]() |
| Rakit Situ Cangkuang |
![]() |
| Candi Cangkuang dilihat dari Situ Cangkuang |
Sesampainya di tepi danau atau situ, berarti trip kami kali ini di Garut telah berakhir. Kami kembali harus menuju Alun-alun Leles untuk melanjutkan trip hari berikutnya yaitu ke Tasikmalaya. Dari Situ Cangkuang kami naik ojek lagi dengan ongkos 10.000/org. Dari alun-alun ini, kami menaiki Bis Karunia Bakti tujuan Singaparna. Tujuan kami hari kedua kami adalah Kawah Gunung Galunggung. Naik bis tadi kami turun di Terminal Singaparna tujuan akhir dari bis Karunia Bakti. Dari terminal kami keluar mencari penginapan. Di depan terminal ada penginapan murah yaitu Wisma Dewi 150rb/malam. Trip hari pertama selesai, nantikan kisah trip hari keduanya ya...
Rincian Biaya Transportas hari Pertama:
- Bus Primajasa (Jakarta - Garut) 52.000/org
- Ojek menuju Candi Cangkuang 20.000/org
- Tiket masuk kawasan wisata cangkuang 3000/org
- Naik Rakit di Situ Cangkuang 20.000/org
- Ojek ke Alun-alun leles 10.000/org
- Bus ke Singaparna (Karunia Bakti) 25.000/org
- Penginapan Wisma Dewi 150.000/malam
Total Hari pertama : 280.000






























0 komentar:
Posting Komentar